Source Exposure

Oke, inti dari post ini adalah, sejauh-jauhnya permukiman anda dari industri, tetap.. anda tidak terbebas dari kemungkinan terekspos dari bahan-bahan kimia yang dikeluarkan dari industri.

Simple, ingat… industri punya banyak jalan keluar limbahnya. Udara yang lewat melalui cerobong asapnya. Air melalui pengolahan air limbahnya, serta lumpur hasil pengolahan air limbahnya. Perlu diperhatikan pula, besar kemungkinan pula industri punya pipa “bayangan”, karena.. kita semua tahu… pengolahan itu mahal, memelihara lingkungan mahal, dan yang paling penting, pengawasan kita lemah.. Indonesia jadi surga bagi para pendosa lingkungan.

Udara, walau ada kemungkinan terjadi pengenceran lewat proses yang rumit, anda harus berhati2, siapa tahu, partikulatnya bisa mencapai rumah anda, dalam konsentrasi kecil, tapi terus menerus. Kalau terhirup dan terakumulasi, anda akan tetap merasakan dampaknya. Ini tidak akan terjadi, kalau perusahaan sudah membuang emisinya sesuai peraturan  yang ada.

Lumpur, bisa jadi digunakan sebagai alas, lapangan, sebagai bahan urugan sampah, dll. Atau kemungkinan, lumpur tersebut memadat jadi tanah, tumbuh tanaman, dimakan sapi, kambing, akhirnya anda memakan sapi dan kambing tersebut.

Air, bisa turun ke sungai (bahan baku air bersih anda), atau ke air bawah tanah (sumur). Pada akhirnya, tidak ada yang bisa selamat 100% dari exposure bahan kimia manapun yang berasal dari industri. Namun demikian, resiko bisa diminimisasi, jika industri melakukan usaha green production atau membuang emisi dan limbahnya di bawah baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah.

Belum ada komentar

Leave a reply