Jalan/rute paparan: kulit (dermal absorption)
Sebagian besar senyawa toksik yang masuk ke tubuh kita melalui cara ini, karena kulit adalah penyusun tubuh kita sehingga mudah terpapar oleh zat-zat toksik. Namun demikian, tingkat absorpsi substansi toksik juga dipengaruhi oleh kesehatan kulit itu sendiri.
Anatomi kulit
Secara umum terbagi atas 3 lapisan, epidermis, dermis dan lapisan lemak. Dalam susunan epidermis terdapat lapisan yang paling luar disebut stratum corneum. Tingkat absorpsi substansi dipengaruhi seberapa cepat senyawa tersebut diserap oleh stratum corneum ini, semakin cepat ia lewat, semakin cepat pula zat toksik masuk ke dalam tubuh, seperti organophosphate, malathion, sebaliknya ada pula yang lambat masuk ke tubuh seperti DDT. Dermis berisi saluran darah kita, keringat, akar rambut, dan hal2 penting lainnya yang menunjang kesehatan kulit. Ia juga menghubungkan kulit dengan tulang dan otot. Lapisan lemak biasanya supaya kulit agak elastis dalam pergerakannya, ia juga penghubung antara kulit dengan otot.
Faktor absorpsi substansi
Pada dasarnya tingkat absorpsi dipengaruhi oleh sehat tidaknya kulit kita, kemudian sifat kimia dari zat toksik tersebut.
Kulit yang tidak sehat akan rawan terhadap paparan zat toksik, seperti luka atau borok. Sebenarnya lapisan paling luar kulit kita adalah sel tipis datar yang berfungsi sebagai penghalang zat-zat tersebut, karena sifatnya yang impermeable (tidak mudah ditembus oleh air). Setiap 2 minggu, sel ini akan tergantikan oleh sel dibawahnya. Kalau sel ini rusak, tentu senyawa toksik akan mudah tembus.
Ada beberapa zat atau bahan kimia tertentu yang mampu menembus sel ini, umumnya asam atau basa kuat seperti asam nitrat, asam sulfur atau natrium hidroksida. Senyawa ini bisa merusak dan menembus lapisan kulit paling luar, sebelum akhirnya masuk ke dalam dan memberikan efek toksik.
Inorganik kimia secara umum susah terserap dalam kulit kecuali metal mercury, contohnya Pb (timbal), Cd (cadmium) atau Cr (chromium). Adapun senyawa organik yang bisa masuk umumnya adalah yang bersifat mudah larut dalam lemak seperti gasoline atau bahan pembuat thinner. Sedangkan bahan kimia yang larut dalam air, susah untuk terserap.
Faktor lain yang bisa meningkatkan resiko adalah tingginya konsentrasi dan lamanya paparan. Semakin tinggi dan semakin lama paparan akan memberikan efek toksik yang berbahaya. Jika kuliat anda terkena bahan kimia toksik, segeralah encerkan dengan membilas kulit anda dengan air sebanyak-banyaknya.
Zat-zat toksik yang telah masuk ke tubuh bisa memberikan efek lokal ataupun efek sistemik. Efek lokal adalah, efek terpapar oleh bahan kimia di satu titik di kulit anda. Biasanya kulit akan memerah, atau melepuh. Kalau efek sistemik, substansi tersebut akan lari ke darah, dan akhirnya akan menuju target organ. Efek lokal biasanya disebabkan oleh asam, basa, chromium, pelarut organik. Contoh efek sistemik adalah kalau carbon tetrachlride masuk ke tubuh, dia akan menyerang liver, ginjal dan sistem saraf.
3 tanggapan sejauh ini
Leave a reply
KENAPA SEMUA GA ADA ISI NYA!!!!! coma basa basi doang?????
yahhh, yahhh, yahhh. hanya bercanda saja kok jangan dimasukan ke dalam jiwa dan batin anda!!! OKE!!!!!!
just kidding!
angga